I know that healing takes time. But how much time are you gonna take?
Too much will be a mistake.
:')
14 Juni 2013
Memo
Bukan tentang cinta..hanya ingin melihat wajahmu.
Bukan tentang suka..hanya ingin melihat wajahmu.
Bukan tentang memikirkanmu..hanya ingin melihat wajahmu.
Itu saja.
Please..Stop asking me anymore, and you don't have to answer.
Walk pass just to met him. Keep his tihings as souvenir. Call him just to hear his voice or maybe to face him directly..
Time changes,People changes, but the heart remains true.
You have to come this far,you must fight to the end!
Bukan tentang suka..hanya ingin melihat wajahmu.
Bukan tentang memikirkanmu..hanya ingin melihat wajahmu.
Itu saja.
Please..Stop asking me anymore, and you don't have to answer.
Walk pass just to met him. Keep his tihings as souvenir. Call him just to hear his voice or maybe to face him directly..
Time changes,People changes, but the heart remains true.
You have to come this far,you must fight to the end!
22 Mei 2013
Mawkish
tercekat. aku kembali.
dan kau tak lagi disana.
seketika sepi.
aku nggak tau kenapa harus dengan kamu.
aku harap aku bisa.
biar waktu yang akan memperbaiki keadaan
airmata jatuh perlahan.
sebuah kenangan yang luar biasa manis
Buktinya hatiku tetap berdetak cepat.
So, am I really fall?
14 Mei 2013
Terimakasih Ya Allah :)
Hei! Kamu jahat sekali..
3tahun yang lalu, kita masih pulang naik angkot bareng. Masih gojlok-gojlokan di angkot. Aku masih sering ke rumahmu. kamu juga. Kalo istirahat, aku kadang masih suka godain kamu di kelas. Kamu aksel ^^
2 tahun sudah, kamu lulus duluan. Saat itu aku ngerasa kamu udah hilang. Gak ada kabar sih.
"Aku lo ya nyari nomermu, yang nggak ada kabar ya kau :D"
Sialan ni anak. haha. Tiba-tiba muncul di sekolahku. Pake jersey baske.
"Loh,anak basket rek" ._.
Masya Allah,moodboster banget! Ternyata dia di MAN 3 . yah,keinget man 3 lagi. 'meradang lagi'. udah naad,bukan rejekinya di man =.=
Terimakasih Ya Allah, sudah didatangkan orang ini di waktu yang sangat tepat :)
Terimakasih teman lama. Senang mengenalmu. Tetap saja selalu ada namamu dalam doaku.
3tahun yang lalu, kita masih pulang naik angkot bareng. Masih gojlok-gojlokan di angkot. Aku masih sering ke rumahmu. kamu juga. Kalo istirahat, aku kadang masih suka godain kamu di kelas. Kamu aksel ^^
2 tahun sudah, kamu lulus duluan. Saat itu aku ngerasa kamu udah hilang. Gak ada kabar sih.
"Aku lo ya nyari nomermu, yang nggak ada kabar ya kau :D"
Sialan ni anak. haha. Tiba-tiba muncul di sekolahku. Pake jersey baske.
"Loh,anak basket rek" ._.
Masya Allah,moodboster banget! Ternyata dia di MAN 3 . yah,keinget man 3 lagi. 'meradang lagi'. udah naad,bukan rejekinya di man =.=
Terimakasih Ya Allah, sudah didatangkan orang ini di waktu yang sangat tepat :)
Terimakasih teman lama. Senang mengenalmu. Tetap saja selalu ada namamu dalam doaku.
5 Mei 2013
Kabar dari semester tiga
Semester 3.
ingat? aku ingat.
Kamu,sudah lupa?
akhiri saja. jangan begitu lagi.
ingat? aku ingat.
Kamu,sudah lupa?
akhiri saja. jangan begitu lagi.
We're just stranger
“Setiap
orang pasti mempunyai orang yang ia cintai dan yang ia benci. Jika itu
benar, maka seharusnya seseorang selalu bersama orang-orang yang taat
kepada Allah Swt.”
(Imam Nawawi, Bustanul Arifiin, hlm. 42)
Ya Allah, hanya satu pintaku. Jaga sosok itu.
Melihatnya hari ini,membawaku kembali pada masa itu.
Maaf..aku memang menyia-nyiakan, padahal jelas, dia telah memberikan banyak hal.
Waktu itu,dimana emosi telah membutakan. Hingga ada mu pun hanya samar.
Aku melihatnya lagi. Anda disini,tapi anda terlalu jauh.
Kamu tak sedikitpun menoleh, ah saya lupa. we're a stranger. We're in the different path,now.
tak perlu anda tersenyum. begini saja anda sudah cukup menawan.
Aku bersyukur.
Karena pernah mengenalmu.
meski aku tau, sampai saat ini kau pemenang.
aku..akan terus mengagumimu.
30 April 2013
That's all.
I feel gloomy today, like out of the blue.
Where are you? Today I’m in a sad mode. I need some cheering up.
Do you know how thougt it was for me today?
Do you know how much I wanted to see you today?.
I'm just tired. That's all.
21 April 2013
.

Kau tahu,
harimau tetap ditakuti meski sedang diam, namun anjing akan dilempar jika terlalu banyak menggonggong.
what do you think?
Pidato
Kelulusan Pelajar SMA yang menggetarkan dan menggugat kesadaran kita
atas makna sistem pendidikan, pidato ini diucapkan oleh Erica Goldson,
pelajar di Coxsackie-Athens High School, New York, tahun 2010.
“Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.
Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang akan datang kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.
Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup – bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.
Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu. Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?
Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan…….”
“Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.
Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang akan datang kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.
Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup – bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.
Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu. Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?
Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan…….”
Langganan:
Postingan (Atom)